Kita sudah memasuki bulan Ramadhan, dimana umat
muslim berbondong bondong mendapatkan pahala yang di jamin oleh Allah SWT
berkali kali lipat dan semua dosa akan diampuni apabila kita bersungguh-sungguh
ikhlas memperbanyak ibadah dan memohon ampun kepada Allah SWT selama sebulan
penuh. Di bulan Ramadhan pula lah kita akan menemui malam Lailatul Qadar, yaitu
malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Namun kita masih
ada di tengah pandemi covid 19, seperti tahun kemarin kita melewati bulan
ramadhan di tengah pandemi covid 19 ini.
Tahun ini ada
sedikit perbedaan yang membuat warga resah yaitu banyaknya kebutuhan pokok yang
naik. contohnya ada minyak goreng yang menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian
penuh warga terlebih lagi pada bulan Ramadhan seperti pedagang pedagang
gorengan yang pastinya membutuhkan minyak goreng yang lebih pada bulan ramadhan
ini karena peminat akan bertambah
Biasanya warga
warga di Vila Tangerang Indah ini ada yang menjadi pedagang dadakan yang menjual
gorengan gorengan, lontong, mie, bihun, dan masih banyak lagi yang mengharuskan
menggunakan bahan utama yaitu minyak.
Masalah
selanjutnya adalah kenaikan harga bahan bakar, bensin. Memasuki bulan ramadhan
ini hal yang biasa warga lakukan adalah pulang kampung atau bahasa sehari
harinya adalah mudik. Di karenakan bahan bakar naik kemungkinan pada lebaran
nanti sebagian warga menggunkan transportasi umum dan tidak menggunakan
transportasi pribadi.
Respons beragam
terjadi di tengah masyarakat dengan adanya kenaikan harga BBM Pertamax. Banyak
masyarakat mengaku keberatan dengan naiknya Pertamax, bahkan ada yang
mengatakan bakal pindah pakai Pertalite.
Diketahui, PT Pertamina (Persero) per 12
Februari 2022 menaikkan harga BBM non subsidi. Kenaikan harga BBM Pertamina
berlaku untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Kenaikan harga
BBM ini sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020.
Kenaikan harga BBM Pertamina berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia, yaitu
berkisar Rp 1.500 hingga Rp 2.650 per liter.
Kemudian, harga BBM jenis Pertamina Dex (CN
53) naik dari Rp 11.150 per liter menjadi Rp 13.200 per liter dan jenis Dexlite
dengan Cetane Number (CN) 51 naik dari Rp 9.500 per liter menjadi Rp 12.150 per
liter.
Sementara itu, untuk harga Pertamax, Pertamina belum melakukan penyesuaian harga. Produk bensin RON 92 ini masih dijual seharga Rp 9.000 per liter, harga yang berlaku di SPBU di wilayah Jawa.
Komentar
Posting Komentar